Dari pasar global, harga minyak mentah kembali terkoreksi setelah muncul kabar mengenai pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, investor juga menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu setempat.
Konsensus pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya seiring mulai melandainya inflasi dan penurunan harga minyak dunia.
Sentimen domestik turut membebani pergerakan pasar. Nilai tukar rupiah kembali melemah 0,41 persen dan ditutup di level Rp18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati posisi terendah sepanjang sejarah di kisaran Rp18.190 per dolar AS.
Menurut Ratna, pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan indeks dolar AS menjelang keputusan The Fed masih menjadi tekanan utama.

NOW ON AIR SSFM 100

