Selasa, 22 September 2026

IHSG Melemah 0,88 Persen Jelang RDG BI, Investor Pilih Wait and See

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (21/9/2026).

Investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung 22–23 September 2026.

IHSG turun 56,43 poin atau 0,88 persen ke level 6.384,73. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 5,96 poin atau 0,93 persen menjadi 634,29.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pelaku pasar domestik mencermati arah kebijakan Bank Indonesia dalam RDG pekan ini.

“Menariknya, keputusan BI diambil di tengah momentum The Fed, Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) yang secara kompak menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi akibat krisis energi,” ujar Nico dilansir dari Antara.

Bank Indonesia sendiri menjadwalkan RDG bulanan pada Selasa-Rabu, 22–23 September 2026. Pada RDG sebelumnya, 18–19 Agustus 2026, BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.

Dari dalam negeri, investor menanti keputusan BI setelah sebelumnya mencermati perkembangan kebijakan moneter global.

Arah suku bunga dan kebijakan bank sentral menjadi salah satu perhatian pasar karena berkaitan dengan stabilitas rupiah dan arus modal.

Dari pasar global, Nico melihat sentimen bursa Asia turut dipengaruhi perkembangan diplomatik terkait konflik di Timur Tengah dan prospek pemulihan aliran energi.

Pergerakan harga minyak dunia yang menurun juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor.

Nico juga menyoroti pernyataan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengenai kemungkinan pertemuan dengan Masoud Pezeshkian Presiden Iran di sela-sela Sidang Umum PBB serta kemungkinan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara Teluk.

Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani Perdana Menteri Qatar mendorong negara-negara Teluk bekerja sama untuk memulihkan stabilitas di kawasan.

Di China, pelaku pasar mencermati kebijakan bank sentral atau People’s Bank of China (PBOC). Pasar memperkirakan suku bunga acuan pinjaman tetap dipertahankan, dengan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun sebesar 3,0 persen dan LPR lima tahun 3,5 persen.

Pada perdagangan Senin, IHSG sempat dibuka menguat. Namun, indeks kemudian bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan bertahan di wilayah merah sepanjang sesi kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang menguat. Sektor transportasi dan logistik naik 0,55 persen, disusul sektor kesehatan 0,21 persen dan properti 0,01 persen.

Sebanyak delapan sektor lainnya melemah. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,38 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang turun 0,94 persen dan sektor energi 0,93 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan harga terbesar, yakni CSMI, TRUE, BBSS, JAWA, dan AGAR. Sementara saham dengan penurunan terbesar antara lain FORU, KICI, JARR, FPNI, dan DOOH.

Aktivitas perdagangan saham tercatat sebanyak 1,82 juta kali transaksi dengan volume 26,07 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp11,83 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 294 saham menguat, 372 saham melemah, dan 297 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, sejumlah indeks utama justru ditutup menguat. Nikkei naik 1,38 persen ke 65.018,95, Shanghai Composite menguat 0,97 persen ke 3.949,91, Hang Seng naik 1,18 persen ke 25.042,71, Kospi menguat 1,65 persen ke 7.007,72, dan Straits Times naik 0,34 persen ke 5.675,23. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 22 September 2026
27o
Kurs