Jumat, 11 September 2026

IHSG Melemah di Tengah Penantian Hasil FOMC dan Pergantian Gubernur BI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Meredanya konflik tersebut turut mendorong penurunan harga minyak mentah dunia sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan meningkatnya tekanan inflasi global.

Meski demikian, fokus utama investor kini beralih ke hasil rapat FOMC yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026. Keputusan The Fed mengenai arah suku bunga acuan diperkirakan menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda penting lainnya, seperti keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE), data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2026, data durable goods orders, rapat Politbiro China, hingga data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China.

Dari China, National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan laba sektor industri masih tumbuh 18,7 persen. Meski demikian, angka tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 18,8 persen.

Dilansir dari Antara, investor juga mencermati rapat Politbiro China yang dipimpin Presiden Xi Jinping untuk mengetahui arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada paruh kedua 2026.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 11 September 2026
24o
Kurs