Meredanya konflik tersebut turut mendorong penurunan harga minyak mentah dunia sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan meningkatnya tekanan inflasi global.
Meski demikian, fokus utama investor kini beralih ke hasil rapat FOMC yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026. Keputusan The Fed mengenai arah suku bunga acuan diperkirakan menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda penting lainnya, seperti keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE), data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2026, data durable goods orders, rapat Politbiro China, hingga data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China.
Dari China, National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan laba sektor industri masih tumbuh 18,7 persen. Meski demikian, angka tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 18,8 persen.
Dilansir dari Antara, investor juga mencermati rapat Politbiro China yang dipimpin Presiden Xi Jinping untuk mengetahui arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada paruh kedua 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

