Meski demikian, Hendra mengingatkan investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko yang berpotensi menekan pasar, terutama apabila rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
“Apabila rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi meningkat karena dapat memicu kembali aksi jual investor asing sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi,” jelasnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak konsisten di zona positif sejak pembukaan hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, penguatan dipimpin sektor energi yang melonjak 3,58 persen, disusul sektor properti sebesar 2,95 persen dan sektor barang baku yang naik 2,60 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah dengan penurunan 1,23 persen.
Pada perdagangan hari itu, saham SULI, JGLE, TRON, MLPT, dan AGAR menjadi lima saham dengan kenaikan tertinggi. Sebaliknya, KOKA, OMRE, PAMG, FILM, dan JELI mencatat pelemahan terbesar.

NOW ON AIR SSFM 100

