Kamis, 17 September 2026

IHSG Menguat Seiring Kenaikan Bunga Acuan The Fed

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9/2026) bergerak menguat seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed sudah di-priced in (dilakukan penyesuaian harga terlebih dahulu) oleh pelaku pasar.

IHSG dibuka menguat 18,18 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.455,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,97 poin atau 0,46 persen ke posisi 649,93.

“Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026) melansir Antara.

Dari mancanegara, sesuai ekspektasi pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00 persen dari sebelumnya 3,50-3,75 persen.

Median suku bunga The Fed akan berada sekitar 4,1 persen pada akhir 2026 dalam proyeksi ekonomi terbaru, sementara setidaknya 12 anggota FOMC The Fed memperkirakan masih terdapat satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Kevin Warsh Ketua The Fed menegaskan, inflasi masih menjadi perhatian utama dan kembali menekankan pendekatan berbasis data dibandingkan forward guidance.

“Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,” kata Liza.

Sementara itu, risiko geopolitik masih terpusat di kawasan Timur Tengah, terutama terkait potensi gangguan terhadap pasokan dan jalur distribusi minyak.

East-West Pipeline Arab Saudi sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara konflik juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb.

“Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap,” ujar Liza.

Seiring dengan itu, harga komoditas energi mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent turun 3,02 persen ke sekitar 105,46 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,71 persen ke sekitar 102 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook, setara dengan sovereign Indonesia, serta AAA (idn) dengan Stable Outlook untuk skala nasional.

Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap INA “Virtually Certain” dengan Support Score 45/60, yang mencerminkan kuatnya keterkaitan operasional dan keuangan INA dengan pemerintah. Negative Outlook mengikuti prospek sovereign Indonesia, sementara rating nasional tetap stabil.

Sementara itu, Indonesia dan China memperkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan fokus pada pengembangan kawasan industri, integrasi rantai pasok, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah.

MoU baru mencatat komitmen sekitar 19,4 miliar Renminbi (RMB) atau Rp51 triliun, sehingga total komitmen TCTP mencapai sekitar Rp88,1 triliun. Pemerintah akan mendorong percepatan implementasi dan realisasi investasi, khususnya pada proyek kawasan industri strategis di Indonesia.

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Rabu (16/09), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,57 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,28 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,53 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,62 persen.

Sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada penutupan Rabu (16/09), di antaranya indeks S&P 500 melemah 0,45 persen ke level 7.551,81, indeks Nasdaq Composite melemah 0,01 persen ke 25.978,43, serta Dow Jones Industrial Average melemah 1,21 persen ke 51.461,90.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,12 persen ke 63.001,00, indeks Shanghai melemah 0,40 persen ke 3.875,25, indeks Kospi menguat 0,07 persen ke 6.722,46, indeks Hang Seng melemah 1,21 persen ke 24.415,24, dan indeks Straits Times menguat 0,08 persen ke 5.639,98. (ant/lta/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 17 September 2026
30o
Kurs