LPR satu tahun tetap di 3,0 persen, sedangkan LPR lima tahun dipertahankan pada 3,5 persen. Kedua suku bunga tersebut masih berada pada level rendah.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter akomodatif. Ekspektasi stimulus tambahan juga menguat setelah data ekonomi China Juli 2026 menunjukkan pelemahan.
Pasar kini menunggu pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada 25-28 Agustus 2026. Investor akan mencermati sinyal kebijakan ekonomi selanjutnya dari pemerintah China.
Sementara dari dalam negeri, Nico menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor yang mendukung stabilitas pasar keuangan.
Kebijakan tersebut dinilai konsisten dengan upaya BI menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya volatilitas global, sekaligus mempertahankan sasaran inflasi sebesar 1,5-3,5 persen pada 2026 dan 2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.










