Menurut Ratna, keputusan BI menjadi perhatian utama investor karena konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan atau BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 6 persen.
Ekspektasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga antisipasi pasar menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), pada pekan berikutnya.
BI juga mewaspadai inflasi pangan yang telah mencapai 5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Kenaikan harga pangan berpotensi mengurangi daya beli masyarakat sekaligus memperbesar tekanan inflasi secara lebih luas.
“Keputusan BI akan menjadi faktor penting bagi pergerakan Rupiah, pasar obligasi, dan IHSG,” kata Ratna.
Kenaikan suku bunga dapat membantu menjaga stabilitas rupiah dengan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.
NOW ON AIR SSFM 100

