“Apabila konflik berlanjut, harga minyak berisiko bertahan tinggi dan memicu tekanan inflasi global, yang dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan,” ujar Ratna.
Pergerakan bursa global sebelumnya menunjukkan kecenderungan beragam. Pada perdagangan Selasa (20/10/2026), mayoritas bursa saham Eropa melemah.
Euro Stoxx 50 turun 0,33 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,29 persen, DAX Jerman turun 0,06 persen, dan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,38 persen.
Sementara itu, Wall Street bergerak variatif. Indeks S&P 500 menguat 0,28 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 1,02 persen, sedangkan Nasdaq Composite melemah tipis 0,02 persen.
Bursa saham Asia pada Rabu pagi juga bergerak beragam. Nikkei Jepang menguat 1,31 persen ke level 64.968,00. Shanghai Composite China melemah 0,04 persen ke 3.733,96, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 0,27 persen ke 23.919,95.
Kospi Korea Selatan mencatat penguatan terbesar di antara indeks yang dipantau, yakni 4,38 persen ke posisi 5.792,17. Adapun Straits Times Singapura menguat 0,13 persen ke level 5.411,95. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

