Penggunaan energi tersebut mampu menekan emisi sebesar 5,9 ton CO₂e per tahun sekaligus menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun.
Dari sisi ekonomi, produksi briket menunjukkan perkembangan signifikan. Omzet yang sebelumnya tercatat Rp336 juta pada 2025 meningkat menjadi Rp720 juta per tahun pada 2026, atau naik sekitar 114 persen.
Capaian ini memperlihatkan potensi pengolahan limbah pertanian sebagai kegiatan produktif yang dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.
Anthon Tri Laksono Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban mengapresiasi pelaksanaan Kang Ebit: SIMPEL karena mampu menghubungkan pertanian berkelanjutan dengan ekonomi sirkular.

NOW ON AIR SSFM 100

