Selasa, 20 Oktober 2026
Advertorial

Inovasi Pertamina di Tuban, Limbah Pertanian Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal (FT) Tuban mengintegrasikan pertanian berkelanjutan dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi sosial Kang Ebit: SIMPEL (Sistem Pertanian Terintegrasi Pengelolaan Limbah) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Foto: Pertamina Patra Niaga

Penggunaan energi tersebut mampu menekan emisi sebesar 5,9 ton CO₂e per tahun sekaligus menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun.

Dari sisi ekonomi, produksi briket menunjukkan perkembangan signifikan. Omzet yang sebelumnya tercatat Rp336 juta pada 2025 meningkat menjadi Rp720 juta per tahun pada 2026, atau naik sekitar 114 persen.

Capaian ini memperlihatkan potensi pengolahan limbah pertanian sebagai kegiatan produktif yang dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.

Anthon Tri Laksono Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban mengapresiasi pelaksanaan Kang Ebit: SIMPEL karena mampu menghubungkan pertanian berkelanjutan dengan ekonomi sirkular.

Melalui teknologi pembakaran tertutup dengan sistem kondensasi, limbah diolah menjadi asap cair untuk pestisida organik dan biochar sebagai pupuk organik. Inovasi ini berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 44,3 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Foto: Pertamina Patra Niaga

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
29o
Kurs