“Pertanyaan due diligence investor harus dapat dijawab dalam hitungan hari, bukan bulan. Ini bagian penting dari kesiapan proyek agar investor mendapatkan kepastian sebelum mengambil keputusan,” kata Adik.
Ia menambahkan, posisi Jawa Timur tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis industri dan logistik. Peluang investasi yang ditawarkan mencakup manufaktur dan hilirisasi, agroindustri, kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, infrastruktur, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Tantangannya, kata Adik, adalah mengubah daftar peluang tersebut menjadi business case yang layak dijalankan dan bankable. Dengan begitu, investor tidak hanya memperoleh informasi mengenai proyek, tetapi juga dapat melihat mekanisme bisnis, potensi nilai ekonomi dan ruang pengembangan proyek dalam jangka panjang.
Adik juga menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari nilai modal yang masuk. Menurut dia, investasi perlu memberikan dampak terhadap ekosistem industri dan rantai pasok lokal.
“Investasi berkualitas tidak boleh menjadi enclave. Investasi harus menciptakan nilai tambah lokal, mulai dari pemasok, UMKM, tenaga kerja vokasi, logistik dan jasa hingga peluang ekspor,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

