Sabtu, 3 Oktober 2026

Kadin Jatim: Potensi Besar Saja Tak Cukup, Proyek Investasi Harus Siap Dieksekusi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Adik Dwi Putranto Ketua Kadin Jawa Timur berbicara dalam rangkaian East Java Investment Forum (EJIF) 2026, Sabtu (3/10/2026). Foto: Kadin Jatim

Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Kadin Jawa Timur menempatkan diri sebagai penghubung antara investor, pemerintah, pelaku usaha lokal serta institusi pendidikan dan vokasi.

Peran tersebut mencakup pemetaan pemasok, peninjauan kesiapan proyek, penyampaian aspirasi investor, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kemitraan lokal hingga dukungan setelah investasi berjalan.

Adik mengatakan momentum EJIF 2026 perlu dilanjutkan dengan mekanisme tindak lanjut yang terukur. Dalam 30 hari pertama, misalnya, perlu ada mekanisme yang mencatat kebutuhan dan pertanyaan investor sekaligus menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Tahap berikutnya, pada hari ke-31 hingga ke-60, dilakukan verifikasi kesiapan proyek, termasuk pembaruan data mengenai lahan, perizinan, utilitas, pemasok dan sumber daya manusia.

Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga ke-90, proses dapat dilanjutkan dengan mempertemukan investor, pemilik proyek, pemasok dan sumber pembiayaan.

“Setelah forum, kebutuhan utama investor adalah penanggung jawab yang jelas, data yang jelas, tanggal yang jelas, dan jalur eskalasi yang kredibel. Dengan begitu, momentum promosi investasi bisa benar-benar berlanjut menjadi eksekusi di lapangan,” pungkas Adik. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
28o
Kurs