Kenaikan harga bahan baku impor, biaya distribusi, maupun nilai tukar rupiah menjadi faktor yang mempengaruhi biaya produksi industri pakan.
“Teman-teman pabrik pakan juga berkomitmen menahan kenaikan harga pakan. Memang sekitar 30 persen bahan baku pakan masih impor sehingga dipengaruhi kenaikan kurs, biaya distribusi, maupun harga bahan baku dunia,” katanya.
Meski begitu, Agung menambahkan, produsen pakan siap menjaga stabilitas harga sebagai dukungan terhadap peternak rakyat yang menyumbang sekitar 98 persen produksi telur nasional.
“Mengingat kondisi harga telur yang masih belum baik, para feedmill (pabrik pakan) sepakat menahan dulu kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur sehingga keberlanjutan peternak rakyat terus terjaga,” beber Agung.
Ia menyebutkan harga pakan ternak di pasaran saat ini bervariasi, mulai dari Rp9.000 per kilogram untuk pakan broiler, jenis lain berkisar Rp8.000-Rp9.000 per kg, ada pula yang seharga Rp7.000 per kg, bahkan beberapa jenis lain tersedia di bawah Rp6.000 per kg.

NOW ON AIR SSFM 100

