Karena itu, Agung mendorong koperasi-koperasi yang menaungi peternak untuk membeli pakan langsung dari pabrik.
“Begitu juga bagi yang melakukan pencampuran mandiri (self-mixing), untuk pembelian SBM-nya (Soybean Meal) bisa langsung ke importir, baik swasta maupun BUMN (PT Berdikari). Kami memfasilitasi pembelian langsung agar harganya tidak terlalu mahal dengan memotong jalur distribusi,” ucapnya.
Untuk menjaga stabilitas harga ayam, pemerintah juga mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil, guna menekan biaya produksi selama harga pakan meningkat.
Selain menjaga biaya produksi, pemerintah mendorong peningkatan penyerapan telur lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar harga di tingkat peternak segera pulih.
Agung menegaskan, upaya ini merupakan langkah cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga telur yang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp26.500 per kilogram.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

