Kalau pilihannya adalah memangkas belanja negara, sebagian harapan yang ditumpukan terhadap APBN dengan seluruh target ekonomi dan sosialnya perlu dikalkulasikan ulang. Karena itu, usaha mencapai target pendapatan negara sepadan dengan jihad ekonomi untuk negara.
APBN 2027 mengalokasikan Rp824 triliun untuk pendidikan. Jumlah sebesar itu harus dialokasikan sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Pendidikan merupakan salah satu jalan paling kuat agar seorang anak mempunyai masa depan ekonomi yang lebih baik daripada orang tuanya,” imbuhnya.
Keberhasilan anggaran pendidikan tidak cukup diukur dari tingkat penyerapan anggaran. Ukurannya adalah apakah anak-anak Indonesia semakin mudah memperoleh pendidikan berkualitas, apakah angka putus sekolah dapat ditekan, apakah kualitas guru meningkat, apakah lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta apakah anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan setinggi kemampuan mereka.
“Anak buruh harus memiliki kesempatan menjadi insinyur, anak petani memiliki kesempatan menjadi dokter, dan anak nelayan dapat menjadi peneliti, pengusaha, atau ahli teknologi,” sambungnya.










