Di sisi operasional darat, Terminal Teluk Lamong juga mengoptimalkan layanan melalui penerapan Terminal Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026.
Melalui sistem ini, kedatangan truk diatur berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam sehingga distribusi kendaraan menuju terminal menjadi lebih merata dan tidak menumpuk pada jam tertentu.
Saat ini tingkat kepatuhan kedatangan truk sesuai slot yang telah dipesan masih sekitar 33 persen. Sementara sebagian besar kendaraan masih datang lebih awal atau lebih lambat dari jadwal yang dipilih sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan di area gerbang terminal.
Untuk meningkatkan disiplin operasional, Terminal Teluk Lamong juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) agar implementasi TBS dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jasa.
Melalui penerapan sistem ini, perusahaan menargetkan peningkatan produktivitas layanan, optimalisasi penggunaan peralatan, pengurangan antrean kendaraan di area gate, serta kepastian waktu pelayanan bagi pelanggan.

NOW ON AIR SSFM 100

