Kamis, 2 Juli 2026

Lantik Pejabat Eselon 1, Purbaya Minta Pejabat Baru di Kemenkeu Benahi Pengelolaan Anggaran

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan melantik tiga pejabat eseleon 1 di Kementerian Keuangan. Yaitu Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran diisi Sudarto, Dirjen Kekayaan Negara diisi Evita Mantovani, serta Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) diisi Herman Saheruddin, Jakarta, Rabu (1/6/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) melantik tiga pejabat eseleon 1 di Kementerian Keuangan, yaitu Sudarto sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran, Evita Mantovani sebagai Dirjen Kekayaan Negara, dan Herman Saheruddin Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).

Purbaya berpesan kepada ketiga pejabat yang baru dilantik tersebut agar ke depan menjaga dan memperbaiki pengelolaan anggaran yang ada di lembaga yang dipimpinnya.

Dia mencontohkan, Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang perlu dicermati lagi permintaannya. Purbaya menekankan disiplin fiskal sangatlah penting, di mana anggaran Negara harus dikelola dengan semaksimal mungkin.

“Hindari semaksimal mungkin tambahan anggaran yang bisa memperlebat, meningkatkan deposit dan mungkin bisa tidak terkendali. Saya sering mengingatkan bahwa tidak semua permintaan anggaran harus dipenuhi yang harus kita penuhi adalah program yang benar-benar prioritas, siap dilaksanakan, berdampak bagi rakyat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya selepas Pelantikan Pejabat Eselon 1, di Kementerian Keuangan, Rabu (1/7/2026).

Purbaya melanjutkan, ada kementerian yang di pertengahan tahun kerap meminta anggaran tambahan. Bahkan, terkadang pemintaan itu datang di awal tahun.

“Karena itu setiap usulan anggaran harus diuji secara tegas apakah ini prioritas Presiden, apakah manfaatnya jelas, apakah pelaksanaannya siap, dan apakah anggarannya wajar,” ujarnya.

Purbaya melanjutkan, dulu pemberian anggaran tambahan kerap diberikan dengan cepat. Tapi, sekarang Pemerintah akan terus ‘menarik ikat pinggang’. Sehingga, kondisi fiskal tetap bisa dijaga.

“Kalau tidak hati-hati disiplin fiskalnya bisa tidak terjaga. Jadi bukan hanya defisit saja untuk defisit disiplin fiskal. Itu juga harus mengacu kepada anggaran yang sudah ditetapkan setahun sebelumnya. Saya akan minta ke Kementeria/Lembaga untuk membuat anggaran yang lebih akurat untuk tahun-tahun ke depan,” jelasnya.

Meski begitu, Purbaya enggan membuka kementerian dan lembaga apa saja yang kerap meminta anggaran di pertengahan tahun.

“Jadi anggaran belanja tambahannya mungkin akan kami kurangi semaksimal mungkin. Yang sekarang sudah minta anggaran tambahan siapa? Ada beberapa, jangan kasih tahu dulu,” pungkasnya.(lea/wld)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 2 Juli 2026
25o
Kurs