Pada kesempatan itu, Purbaya juga menyoroti potensi produk halal dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah produk gelatin halal buatan Indonesia yang dinilai memiliki prospek memenuhi kebutuhan industri nasional apabila kapasitas produksinya terus ditingkatkan.
“Saya lihat tadi banyak UMKM yang berbasis halal yang saya pikir bisa didorong untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depan. Tadi ada satu produk, gelatin halal. Saya pikir kalau ini bisa betul-betul bisa supply banyak harusnya kita bisa menggantikan produk-produk impor tadi. Tapi ini musti diteliti lagi,” ungkap Purbaya.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 digelar pada 8–12 Juli 2026 dengan menghadirkan lebih dari 100 tenant, paviliun internasional, kegiatan business matching, festival kuliner, hingga pertunjukan budaya.
Ajang itu menjadi wadah promosi dan kolaborasi industri halal yang mempertemukan pelaku usaha, investor, serta mitra bisnis dari negara-negara anggota D-8.(lea/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

