Kementerian Koordinator bidang Pangan (Kemenko Pangan) meminta Bulog menghabiskan stok jagung untuk menekan harga pakan ternak yang melonjak.
Saat sidak ke Pasar Palmerah, Jakarta pada Rabu (13/5/2026), Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan mendapatkan laporan soal harga pangan yang meningkat.
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas langsung menghubungi Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog dan meminta percepatan distribusi jagung ke peternak.
“Kita ada stok jagung, kan? Segera saja Pak, kasih agak subsidi ke peternak-peternak itu, Pak. Ini segera, habiskan aja Pak, stoknya habiskan,” ucap Zulhas saat menelepon Ahmad Rizal, Rabu.
Menko Pangan menjelaskan, Bulog memiliki stok jagung yang melimpah. Di mana jagung adalah salah satu bahan baku utama pakan ternak.
Jagung memiliki porsi paling banyak dalam pakan unggas, yaitu sekitar 40 – 50 persen, dedak padi 5 – 20 persen, bungkil kedelai 10 – 25 persen, dan sisanya bahan-bahan lain dengan porsi yang sangat sedikit.
Belakangan harga pakan ternak ayam tengah merangkak naik. Di mana peternak di Kabupaten Jombang mengeluhkan hal tersebut, karena kenaikan harga pangan tidak seiring dengan harga telur yang cenderung mengalami penurunan.
Di Jombang harga pakan ayam saat ini dikisaran Rp7.400 hingga Rp7.800 per kilogram, dari awalnya Rp6.800 sampai Rp7.000 per kilogram.
Sementara harga telur ayam negeri sebesar Rp27.000 per kilogram di Pasar Palmerah pada Rabu (13/5/2026). Kemudian telur puyuh dan bebek di angka Rp35.000 per kilogram.
Zulhas juga berjanji, akan mendorong Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak unggas.
“Jadi, kita minta di segera SPHP yang subsidi itu, biar harga jagung bisa bisa turun ya, pakan lagi,” ujarnya.
Katanya, pemerintah akan menjaga harga telur tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET), namun peterkan juga tidak merugi karena harga pangan yang melonjak.
“Kita jaga HET itu artinya masyarakat tidak terlalu berat, tapi peternaknya tidak tutup gitu. Ini yang dijaga pemerintah. Karena kalau kemurahan peternaknya marah sama kami. Kalau kemahalan rakyat pun semua ngamuk sama kita,” pungkasnya. (lea/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

