Kementerian Keuangan tengah mencari lokasi yang cocok sebagai kantor perwakilan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, rencana pembuatan kantor perwakilan AIIB muncul setelah, bank pembangunan multilateral yang berpusat di Beijing itu mengungkap komitmennya membeli Panda Bond sekitar 17 miliar US dolar.
“Kita janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangun untuk mereka untuk mereka pakai. Kan saya juga punya aset-aset yang enggak kepakai. Enggak apa-apa biar mereka punya kantor cabang di sini. Sehingga ASEAN nanti dilayani dari Jakarta. Maunya saya begitu,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026).
Purbaya mengatakan, rencananya mulai Juni 2027 kantor perwakilan AIIB sudah mulai beroperasi di Indonesia. Katanya pemberian izin pembukaan kantor cabang telah mempertimbangkan besaran pembelian obligasi Panda Bond.
“AIIB itu kan ngasih 17 miliar dolar, bukan ngutang itu project financing sebetulnya. Jadi sebenarnya kalau saya bilang nih seperti orang investasi ke sini kita ngeluarin investasi untuk proyek yang produktif, tapi bunganya lebih rendah daripada investor biasa,” ungkapnya.
Soal penggunaan dana hasil penjualan surat itu masih akan didata oleh Kementerian Keuangan. Namun Purbaya memastikan, dananya tidak digunakan untuk sektor pertahanan.
“Yang saya sudah bilang ada jalan tol di Sumatera. Nanti kita cari. Proyek mana yang kita butuh uang? Kita belum semuanya tadi beberapa yang sudah sudah. Tapi mereka mau kasih 17 miliar dolar. Itu lebih bagus. Nanti kalau misalnya ada yang tidak punya uang juga bisa lewat saya, saya invest lewat situ,” ungkapnya.
Purbaya menegaskan sistem investasi menggunakan jalur penjualan surat utang di Cina menguntungkan Indonesia. Lantaran dananya bisa digunakan untuk pembangunan Indonesia.
“Jadi, pembangunan kita dibiayain seperti investor masuk tapi punya kita akhirnya. Jadi, untung. Bukan rugi, catat, untung,” pungkasnya.
Sebelumnya Kementerian Keuangan telah mengantongi dukungan China terkait Panda Bond. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) yang bertemu Lan Fo’an Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Rabu (17/6/2026), diklaim berhasil mematahkan kekhawatiran dan meluruskan informasi keliru mengenai kondisi fiskal Indonesia.
Ia juga mematangkan rencana penerbitan instrumen pembiayaan Panda Bond. Purbaya mengungkapkan pertemuan itu menjadi momentum krusial untuk menggalang dukungan penuh dari otoritas keuangan tertinggi di Tiongkok.
“Kita melakukan diskusi berbagai hal. Utamanya saya minta Kementerian Keuangan China untuk ikut mendukung penerbitan panda bond di China. Dan rupanya Kementerian Keuangan China itu penguasa banyak BUMN China, termasuk CITIC dan lain-lain yang punya dana besar. Sehingga dukungan dari Kementerian Keuangan China amat penting untuk kesuksesan penerbitan Panda Bond,” ujar Purbaya.
Indonesia juga mengamankan komitmen pendanaan jumbo untuk jangka panjang dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Melalui skema Multi-Year Rolling Pipeline, pendanaan ini akan mengalir langsung untuk menyokong agenda besar pembangunan nasional.
“Yang paling penting adalah kita bisa berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025 sampai 2029. Itu kontribusi yang amat besar,” tegas Purbaya.(lea/wld/iss)








