Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bibit kopi yang akan menjadi fondasi peningkatan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat daya saing Kopi Gayo di pasar internasional.
Dalam peninjauan itu, Amran mengaku puas terhadap pengelolaan pembibitan yang dinilai telah memenuhi standar untuk menghasilkan tanaman berkualitas.
“Kami sangat puas. Pembibitannya sangat bagus, betul-betul dikawal. Saya mengapresiasi direktur, jajaran di wilayah Aceh, dan para PPL (penyuluh pertanian lapangan) yang bekerja dengan baik mendampingi petani,” ujarnya dilansir dari Antara.
Menurut Amran, penggunaan bibit unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kebun sekaligus mendongkrak pendapatan petani dalam jangka panjang.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyalurkan bantuan pengembangan kopi di Aceh seluas sekitar 17 ribu hektare dengan total 17 juta batang bibit kopi.








