Wagub Jatim itu mencontohkan, apabila pedagang diwajibkan membeli telur dari peternak seharga Rp26.500 per kilogram sesuai arahan pemerintah, sementara harga jual di pasar hanya sekitar Rp25.000 per kilogram.
Dari kondisi itu Emil menilai kebijakan tersebut sulit dijalankan tanpa mencari akar persoalannya. Karena itu, Pemprov Jatim berencana mengurai persoalan pada struktur biaya dan margin distribusi secara terbuka.
“Peternak bisa menyampaikan kalau memang ada margin middleman yang terlalu besar. Ayo dibongkar hitungannya di depan bersama-sama,” ujarnya.
Selain persoalan distribusi, Emil juga mengakui anjloknya harga telur di tingkat peternak dipicu kondisi over supply yang terjadi secara nasional.
Berdasarkan informasi yang diterima pemprov, ayam petelur idealnya dipelihara hingga berumur sekitar 90 minggu untuk menghasilkan telur sesuai standar. Namun, banyak peternak memperpanjang masa produksi hingga sekitar 120 minggu karena tingginya permintaan pada periode sebelumnya.

NOW ON AIR SSFM 100

