Pemerintah Kabupaten Gresik memanfaatkan musim kemarau untuk menata ulang sistem drainase sebelum musim hujan tiba. Tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, juga lewat normalisasi saluran, pengoperasian rumah pompa, serta kolaborasi dengan masyarakat, kecamatan, desa, hingga dunia usaha.
Ida Lailatussa’diyah Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik mengatakan, penanganan genangan perkotaan difokuskan di Kecamatan Gresik, Kebomas, serta sebagian wilayah Manyar ke arah pusat kota.
“Pemkab Gresik saat ini telah menyiapkan lima rumah pompa yang beroperasi selama 24 jam, didukung 58 personel Satgas Drainase. Mereka bertugas melakukan normalisasi, membersihkan sedimentasi, sampah, hingga eceng gondok di 27 sistem drainase wilayah perkotaan,” kata Ida dalam talkshow di Radio Suara Surabaya, Selasa (7/7/2026).

Ida mengakui, penanganan yang dilakukan belum sepenuhnya maksimal. Namun, keberadaan rumah pompa dan Satgas Drainase sudah membantu memperpendek durasi genangan di sejumlah titik.

NOW ON AIR SSFM 100

