Sementara dari sisi perdagangan, kesepakatan bisnis yang tercatat mencapai Rp21 miliar.
Dengan demikian, total kesepakatan bisnis dari pembiayaan dan perdagangan telah mencapai lebih dari 50 miliar rupiah.
Yono mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu bentuk upaya agar Fesyar tidak berhenti sebagai event tahunan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi syariah.
“Fesyar ini bukan target event ya, event selesai, kemudian selesai juga gitu, tapi kami mencoba bagaimana Fesyar ini memiliki impact yang jauh lebih luas gitu,” ujarnya.
Selain business matching, BI Jatim juga mengembangkan Fesyar 2026 sebagai one stop services bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan berbagai layanan ekonomi dan keuangan syariah.

NOW ON AIR SSFM 100

