Pengunjung Fesyar, lanjut dia, dapat menemukan produk modest fashion dan makanan halal, sekaligus mengakses informasi pembiayaan syariah, layanan zakat, infak, sedekah dan wakaf, hingga konsultasi sertifikasi halal.
Yono menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari kerangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia yang mencakup tiga pilar.
Pertama, pengembangan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing. Kedua, penguatan pembiayaan syariah, baik pembiayaan komersial maupun keuangan sosial syariah. Dan pilar ketiga adalah peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
“Dan yang ketiga, ini kenapa Fesyar juga menjadi penting untuk dilaksanakan, karena ini juga apa ya, sebagai sarana bagi kita semua untuk semakin meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi keuangan syariah,” jelasnya.
Seperti diketahui, Fesyar Jawa 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ke-10 dan mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital. (ris/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

