Harga minyak dunia menjadi salah satu indikator utama untuk melihat dampak konflik terhadap perekonomian dan ketahanan energi.
“Kita selalu melihat bahwa kalau harga minyak di atas 110 dolar Amerika Serikat per barel, itu biasanya ada ceasefire atau ada tweet,” ujarnya dilansir dari Antara.
Airlangga mengatakan selama harga minyak tidak menembus level 100 dolar AS per barel secara berkelanjutan, tekanan terhadap penyediaan energi Indonesia masih relatif terkendali.
“Jadi bagi Indonesia relatif, Indonesia masih melihat dengan situasi harga minyak yang tidak di atas 100 dolar Amerika Serikat per barel. Artinya Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 dolar Amerika Serikat per barel, itu relatif sampai akhir tahun at least Pertalite dan biodiesel aman,” katanya.
Selain pasokan bahan bakar, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi untuk pembangkit listrik nasional relatif aman.

NOW ON AIR SSFM 100

