Airlangga menjelaskan sebagian besar pembangkit listrik Indonesia masih menggunakan sumber energi domestik, terutama batu bara. Kondisi tersebut membuat biaya pembangkitan listrik tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak harga energi global.
“Dan yang lain, tentu kalau masalah listrik, itu kita kebanyakan dibiayai oleh indigenous energy, yaitu batu bara. Sehingga juga tidak ada lonjakan harga dari batu bara,” jelasnya.
Dari sisi kebutuhan gasoline di sektor hilir, Airlangga mengatakan Indonesia juga memiliki pola pasokan yang relatif tidak bergantung pada Selat Hormuz.
Pasokan gasoline tersebut berasal dari Singapura melalui jalur Selat Malaka. Dengan demikian, gangguan pada lalu lintas energi di Selat Hormuz tidak secara langsung menghambat jalur pasokan gasoline Indonesia tersebut.
Struktur pasokan energi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu Indonesia meredam dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian nasional.

NOW ON AIR SSFM 100

