Jumat, 5 Juni 2026

Kontroversi Perjalanan Luar Negeri Presiden, Purbaya: Saya Tidak Bisa Menjawab

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Konferensi Per APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (5/6/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan memberikan respon terkait kontrovesi perjalanan luar negeri Prabowo Subianto Presiden yang dianggap boros, karena intensitasnya yang tinggi.

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, dan meminta masyarakat memegang kata-kata dari Teddy Indra Wijaya Sekertaris Kabinet (Seskab).

“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. itu kan Pak Teddy, sudah menjelaskan, ya, kita pegang pernyataan,” kata Purbaya saat Konferensi Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sebelumnya Teddy merespon sorotan dari Dino Patti Djalal Eks Wakil Menteri Luar Negeri, soal tingginya intensitas perjalanan luar negeri Presiden. Teddy mengaku bakal mendengarkan masukan tersebut.

Sementara soal biaya yang dikeluarkan, Teddy memastikan itu ditanggung dana pribadi Presiden. Soal jumlah rombongan juga diklaim telah berkurang dari masa pemerintahan sebelumnya. Yaitu sekitar 50-60 orang saja.

Di sisi lain, Purbaya mengatakan, tidak ada larangan kalau Presiden mau membayar penjalanan dinasnya menggunakan uang pribadi alias nombok.

“Kalau saya punya duit saya pergi misalnya itu saya nombok enggak boleh. Secara logika enggak ada ya, boleh aja kalau mau nombok,” pungkasnya.

Sebelumnya, Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) menegaskan bahwa pemerintah senantiasa terbuka terhadap kritik, namun meminta agar kritik yang disampaikan tidak sampai mengaburkan berbagai capaian yang telah diraih melalui lawatan luar negeri Prabowo Subianto Presiden.

“Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tetapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” ujar Teddy.

Pernyataan tersebut merupakan respons atas sejumlah kritik yang dilontarkan Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), terkait serangkaian lawatan Presiden Prabowo ke luar negeri selama 1,5 tahun terakhir. Tayangan berdurasi lebih dari enam menit itu memuat setidaknya delapan poin jawaban dan klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan Dino melalui akun media sosial pribadinya.

Mengawali jawabannya, Teddy terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan. “Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir Beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” tuturnya.

Teddy kemudian menjawab kritik-kritik tersebut secara runut. Terkait sorotan Dino atas besarnya biaya perjalanan luar negeri Presiden, ia menegaskan bahwa seluruh biaya tambahan di luar anggaran negara ditanggung sepenuhnya oleh Prabowo Presiden secara pribadi.

Mengenai jumlah rombongan, Teddy menjelaskan bahwa dibandingkan periode sebelumnya, Presiden Prabowo telah memangkas jumlah rombongan secara signifikan hingga lebih dari separuhnya.

“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” jelasnya.(lea/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Jumat, 5 Juni 2026
29o
Kurs