Kamis, 20 Agustus 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS, Pasar Respons Rencana Pangkas Kuota BBM Subsidi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Menurut Ibrahim, pemangkasan kuota tersebut berpotensi memperketat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi, khususnya bagi pengguna Pertalite yang selama ini mengandalkan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Pemerintah juga menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel dalam perencanaan 2027. Angka tersebut masih berada di bawah harga minyak dunia saat ini yang berada di kisaran 83 dolar AS per barel.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Ibrahim.

Selain faktor domestik, pergerakan rupiah masih dipengaruhi sikap hati-hati investor menjelang rilis data transaksi berjalan Indonesia kuartal II 2026.

Investor mencermati perkembangan tersebut karena pada kuartal I 2026 defisit transaksi berjalan sempat melebar ke level terbesar sejak 2019.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
28o
Kurs