Pelebaran defisit antara lain berkaitan dengan melemahnya kinerja perdagangan di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Dari pasar global, sentimen positif datang dari penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS. Departemen Keuangan AS meningkatkan program pembelian kembali atau buyback sekuritas jangka panjang sebagai bagian dari upaya mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang.
“Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin (bps) dan imbal hasil tenor 30 tahun turun hampir 9 basis poin (bps) setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan volume pembelian kembali (buyback) untuk mendukung likuiditas pada surat berharga pemerintah berjangka waktu lebih panjang,” kata Ibrahim.
Penurunan imbal hasil Treasury AS dapat meningkatkan daya tarik aset berisiko dan memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain kurs pasar spot, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat menguat. JISDOR berada di level Rp17.779 per dolar AS pada Kamis, dari sebelumnya Rp17.844 per dolar AS. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

