Kamis, 20 Agustus 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS, Pasar Respons Rencana Pangkas Kuota BBM Subsidi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Pelebaran defisit antara lain berkaitan dengan melemahnya kinerja perdagangan di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Dari pasar global, sentimen positif datang dari penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS. Departemen Keuangan AS meningkatkan program pembelian kembali atau buyback sekuritas jangka panjang sebagai bagian dari upaya mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang.

“Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin (bps) dan imbal hasil tenor 30 tahun turun hampir 9 basis poin (bps) setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan volume pembelian kembali (buyback) untuk mendukung likuiditas pada surat berharga pemerintah berjangka waktu lebih panjang,” kata Ibrahim.

Penurunan imbal hasil Treasury AS dapat meningkatkan daya tarik aset berisiko dan memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain kurs pasar spot, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat menguat. JISDOR berada di level Rp17.779 per dolar AS pada Kamis, dari sebelumnya Rp17.844 per dolar AS. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
28o
Kurs