Sentimen lain berasal dari rilis indeks harga konsumen (CPI/Consumer Price Index) AS bulan Juli yang naik 0,1 persen secara bulanan, dan 3,4 persen secara tahunan. Kedua angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar.
Inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi yang fluktuatif, meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Tingkat inflasi tahunan, baik untuk inflasi umum maupun inflasi inti, sedikit melandai dibandingkan bulan Juni.
Menyusul rilis data itu, pasar uang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada pertemuan bulan September.
Fed Fund Futures memperhitungkan probabilitas sekitar 60 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen, dibandingkan dengan prediksi pada pekan sebelumnya, yaitu di atas 45 persen.
“Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas di kisaran Rp17.750 – Rp17.850 per dolar AS,” ungkap Amru.(ant/kir/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

