Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset negara berkembang, termasuk rupiah.
Dilansir dari Antara, ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah pasukan AS menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026).
Serangan tersebut menjadi aksi militer pertama AS terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli setelah sekitar satu bulan jeda keterlibatan langsung.
Serangan itu menargetkan sistem rudal yang diduga tengah dipersiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke kawasan Selat Hormuz, salah satu jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Sebagai respons, laporan Sputnik menyebut pasukan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap posisi militer AS di Yordania.

NOW ON AIR SSFM 100

