Selasa, 1 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Harga Minyak Naik akibat Konflik AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Selain sentimen geopolitik dan harga minyak, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari perkembangan pasar keuangan AS.

Ekspektasi inflasi AS serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS turut menjadi perhatian investor.

Rully mencatat ekspektasi inflasi AS berada di level 0,39 persen secara bulanan dan 3,6 persen secara tahunan.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,8 basis points menjadi 4,77 persen. Yield obligasi tenor 20 tahun juga meningkat 6,7 basis points menjadi 5,27 persen.

Kenaikan yield obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS dan pada saat yang sama memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 1 September 2026
28o
Kurs