Minggu, 18 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Tertekan Konflik AS-Iran dan Harga Minyak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Kenaikan suku bunga AS berpotensi memperkuat dolar karena aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari menyempitnya surplus neraca perdagangan. Permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor yang meningkat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih membukukan surplus 3,70 miliar dolar AS.

Namun, perkembangan inflasi domestik turut menjadi perhatian. Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
34o
Kurs