Rabu, 2 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Tertekan Konflik AS-Iran dan Harga Minyak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Kenaikan suku bunga AS berpotensi memperkuat dolar karena aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari menyempitnya surplus neraca perdagangan. Permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor yang meningkat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih membukukan surplus 3,70 miliar dolar AS.

Namun, perkembangan inflasi domestik turut menjadi perhatian. Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
32o
Kurs