Kenaikan suku bunga AS berpotensi memperkuat dolar karena aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik bagi investor.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari menyempitnya surplus neraca perdagangan. Permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor yang meningkat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih membukukan surplus 3,70 miliar dolar AS.
Namun, perkembangan inflasi domestik turut menjadi perhatian. Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

