Eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu sentimen utama yang diperhatikan pelaku pasar. Kenaikan tensi geopolitik berpotensi mengerek harga minyak mentah karena pasar mengantisipasi gangguan terhadap pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak kemudian dapat memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat pasar kembali meningkatkan perhatian terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 kini meningkat tajam. Menurut Rully, probabilitas kenaikan suku bunga yang diperkirakan pelaku pasar telah mencapai 66 persen, naik dari sebelumnya 35 persen.
“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga diperkirakan 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

