Minggu, 18 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Tertekan Konflik AS-Iran dan Harga Minyak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu sentimen utama yang diperhatikan pelaku pasar. Kenaikan tensi geopolitik berpotensi mengerek harga minyak mentah karena pasar mengantisipasi gangguan terhadap pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak kemudian dapat memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat pasar kembali meningkatkan perhatian terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 kini meningkat tajam. Menurut Rully, probabilitas kenaikan suku bunga yang diperkirakan pelaku pasar telah mencapai 66 persen, naik dari sebelumnya 35 persen.

“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga diperkirakan 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ujarnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
34o
Kurs