Minggu, 8 November 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS, Defisit Neraca Perdagangan Jadi Sentimen Utama

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kurs rupiah melemah. Foto: suarasurabaya.net

Kondisi tersebut terjadi karena nilai ekspor migas hanya mencapai 5,46 miliar dolar AS, sedangkan impor mencapai 25,91 miliar dolar AS pada Juni 2026. Komoditas hasil minyak dan minyak mentah menjadi penyumbang utama defisit tersebut.

Selain itu, pasar juga mencermati penurunan posisi cadangan devisa Indonesia.

Pada akhir Juli 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 145 miliar dolar AS, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai 156,5 miliar dolar AS.

Penurunan tersebut dipengaruhi kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ibrahim menilai pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (5/8/2026).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
35o
Kurs