Selasa, 4 Agustus 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS, Defisit Neraca Perdagangan Jadi Sentimen Utama

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kurs rupiah melemah. Foto: suarasurabaya.net

“Sikap hati-hati juga masih mewarnai pasar menjelang rilis data PDB kuartal kedua pada hari Rabu, mengingat pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan lonjakan 5,6 persen pada kuartal sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 berada sedikit di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen.

Menurut pemerintah, perlambatan tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal, antara lain tingginya harga minyak mentah dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta arus keluar modal (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.

Dari sisi global, Ibrahim menyebut penguatan aktivitas manufaktur Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur AS naik dari 53,3 pada Juni menjadi 55,6 pada Juli 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 54.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
28o
Kurs