“Sikap hati-hati juga masih mewarnai pasar menjelang rilis data PDB kuartal kedua pada hari Rabu, mengingat pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan lonjakan 5,6 persen pada kuartal sebelumnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 berada sedikit di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen.
Menurut pemerintah, perlambatan tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal, antara lain tingginya harga minyak mentah dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta arus keluar modal (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.
Dari sisi global, Ibrahim menyebut penguatan aktivitas manufaktur Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur AS naik dari 53,3 pada Juni menjadi 55,6 pada Juli 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 54.








