Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga acuannya, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data penutupan perdagangan, rupiah melemah 74 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp18.009 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi analis pasar uang mengatakan, pelaku pasar saat ini masih menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan.
“Federal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga pada hari Rabu (29/7),” ujar Ibrahim.







