Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Rupiah turun 55 poin atau 0,30 persen menjadi Rp18.135 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp18.080 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi analis mata uang menilai, kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama melalui peningkatan biaya impor minyak serta belanja subsidi energi dan kompensasi kepada Pertamina.
“Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) melalui peningkatan biaya impor minyak dan beban subsidi energi serta kompensasi kepada Pertamina,” ujar Ibrahim dilansir dari Antara.
Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika harga minyak dunia melonjak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sebelumnya, harga minyak mentah Brent pada Jumat (23/10/2026) naik 2,7 persen atau 3,06 dolar AS menjadi 116,20 dolar AS per barel. Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak Juni 2022.
NOW ON AIR SSFM 100

