Senin, 26 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS, Harga Minyak Ancam Defisit APBN

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan pasar AS, menguat 3,04 persen atau 3,02 dolar AS menjadi 102,50 dolar AS per barel. Kenaikan itu membawa WTI ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir.

Sepanjang pekan sebelumnya, harga Brent meningkat sekitar 5 persen, sedangkan WTI naik sekitar 3 persen. Kedua acuan minyak tersebut juga berpeluang mencatat kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.

Lonjakan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi serangan baru AS terhadap Iran dan meningkatnya ketegangan kawasan yang dapat mengganggu pasokan energi.

Donald Trump Presiden AS pada Kamis (22/10/2026) menyatakan kemungkinan negaranya melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Ketegangan regional juga meningkat akibat serangan kelompok Ansarullah di Yaman terhadap Arab Saudi. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2026
29o
Kurs