Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan pasar AS, menguat 3,04 persen atau 3,02 dolar AS menjadi 102,50 dolar AS per barel. Kenaikan itu membawa WTI ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir.
Sepanjang pekan sebelumnya, harga Brent meningkat sekitar 5 persen, sedangkan WTI naik sekitar 3 persen. Kedua acuan minyak tersebut juga berpeluang mencatat kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.
Lonjakan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi serangan baru AS terhadap Iran dan meningkatnya ketegangan kawasan yang dapat mengganggu pasokan energi.
Donald Trump Presiden AS pada Kamis (22/10/2026) menyatakan kemungkinan negaranya melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.
Ketegangan regional juga meningkat akibat serangan kelompok Ansarullah di Yaman terhadap Arab Saudi. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
NOW ON AIR SSFM 100

