“Asumsi ICP sampai dengan akhir September 2026 sudah meleset jauh dari target APBN 70 dolar AS per barel ke 91,9 dolar AS per barel,” kata Ibrahim.
Tekanan terhadap anggaran juga terlihat dari peningkatan belanja subsidi dan kompensasi energi. Ibrahim menyebut realisasi belanja untuk kedua komponen tersebut hingga 30 September 2026 mencapai Rp376,8 triliun, meningkat 54,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Biaya impor energi bisa membuat kantong negara semakin kering, hal ini terbukti dari belanja subsidi dan kompensasi sampai 30 September 2026 yang telah mencapai Rp376,8 triliun atau naik 54,1 persen (year on year/YoY),” ujarnya.
Sejalan dengan pelemahan rupiah di pasar, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin juga melemah menjadi Rp18.116 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.069 per dolar AS. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

