Rupiah Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS Hari Ini, Pasar Antisipasi The Fed
Selasa, 22 September 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Foto: Antara
Meskipun kondisi pasar tenaga kerja AS relatif tetap kuat, The Fed menunjukkan kenaikan suku bunga lebih lanjut masih dapat menjadi opsi pada tahun ini.
Secara umum, tekanan global terutama datang dari kombinasi kebijakan tegas The Fed yang lebih hawkish, penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan harga minyak yang tinggi.
Rully menilai, BI pada hari ini akan menunjukkan sikap hawkish untuk menjaga stabilitas rupiah melalui perluasan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pasar valas spot, hingga derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) dan swap.
“Dari global, harga minyak menunjukkan tren penurunan mendorong penurunan indeks dolar dan yield obligasi pemerintah AS,” ungkapnya.(ant/fia/ipg)