Sabtu, 26 September 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS, Naik 142 Poin pada Senin

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Dari eksternal, pergerakan rupiah turut dipengaruhi perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pasar mencermati kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman yang dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Iran pada Minggu (9/8/2026) menyatakan pembicaraan dengan Oman telah memasuki tahap akhir. Namun, pembukaan kembali Selat Hormuz masih dikaitkan dengan sejumlah persyaratan, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat atas serangan yang terjadi terhadap Iran.

Sentimen terhadap kebijakan moneter AS juga menjadi perhatian pasar. Meredanya kekhawatiran mengenai inflasi Amerika Serikat dan melemahnya data ketenagakerjaan membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).

“Apalagi, bersama dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Ibrahim.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed September kini diperkirakan sekitar 42 persen. Angka tersebut turun dari sekitar 67 persen sepekan sebelumnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
29o
Kurs