Minggu, 20 September 2026

Rupiah Diprediksi Melemah, Investor Tunggu Data Nonfarm Payrolls AS

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (5/8/2026).

Pelemahan rupiah dipicu oleh sikap investor yang menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) atau Nonfarm Payrolls (NFP), yang menjadi salah satu indikator penting arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Muhammad Amru Syifa Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

“Pelemahan rupiah saat ini masih lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” ujar Amru, Rabu (5/8/2026).

Selain menanti data tenaga kerja AS, pasar juga masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 20 September 2026
27o
Kurs