Senin, 7 September 2026

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.640 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Tinggi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Tekanan juga datang dari kenaikan harga minyak dunia. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan harga minyak yang menembus 95 dolar AS per barel berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah.

“Dari global, tekanan terhadap rupiah masih tinggi akibat harga minyak yang naik di atas 95 dolar AS,” ucap Rully.

Harga minyak Brent pada perdagangan Senin berada di atas 95 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,68 juta per barel. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Menurut Rully, kondisi geopolitik yang semakin bergejolak juga meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar domestik.

Volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek diperkirakan masih menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan rupiah.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
29o
Kurs