Tekanan juga datang dari kenaikan harga minyak dunia. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan harga minyak yang menembus 95 dolar AS per barel berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah.
“Dari global, tekanan terhadap rupiah masih tinggi akibat harga minyak yang naik di atas 95 dolar AS,” ucap Rully.
Harga minyak Brent pada perdagangan Senin berada di atas 95 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,68 juta per barel. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Menurut Rully, kondisi geopolitik yang semakin bergejolak juga meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar domestik.
Volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek diperkirakan masih menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan rupiah.









