Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Tertekan Konflik AS-Iran dan Harga Minyak
Rabu, 2 September 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati prospek kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Ibrahim Assuaibi pengamat pasar uang mengatakan, data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat memengaruhi ruang The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
“Kuatnya penambahan lapangan kerja memungkinkan The Fed untuk lebih fokus pada aspek inflasi dari mandatnya,” kata Ibrahim.
Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI). (ant/saf/ipg)




