Rabu, 8 Juli 2026

Rupiah Terus Melemah Selasa Pagi, Kini Sentuh Rp17.728 per Dolar AS

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

Nilai tukar rupiah pada Selasa 11.02 WIB bergerak melemah 60 poin atau 0,34 persen menjadi Rp17.728  per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Ariston Tjendra Presiden Direktur PT Doo Financial Futures menilai melemahnya rupiah karena dampak dari konflik Timur Tengah yang merembet ke harga minyak mentah dan inflasi AS.

“Ini masih euforia konflik Timur Tengah yang merembet kemana-mana seperti kenaikan harga minyak mentah dan inflasi,” katanya di Jakarta, Selasa (19/5/2026) yang dikutip dari Antara.

Kenaikan ekspektasi inflasi AS ini meningkatkan tingkat imbal hasil atau yield obligasi AS. Tercatat, yield obligasi pemerintah AS untuk tenor 2 tahun di 4,105 persen, 10 tahun di 4,631 persen, dan 30 tahun di 5,159 persen. Peningkatan ini menjadi level tertinggi baru untuk tahun 2026.

Menurutnya, yield AS yang meninggi mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, termasuk rupiah.

Melihat sentimen dalam negeri, tekanan dari harga minyak mentah yang di atas 100 dolar AS per barel membuat harga kebutuhan masyarakat naik. Dengan begitu, impor minyak mentah menaikkan permintaan dolar AS di tanah air.

“Selain itu, ini lagi bulan dividen, repatriasi dividen keluar negeri yang meningkatkan permintaan dolar AS juga menekan rupiah,” ungkap Ariston.(ant/mar/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 8 Juli 2026
28o
Kurs