Senin, 19 Oktober 2026

Sentimen MSCI Berlanjut, IHSG Ditutup Melemah ke Level 4.996

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 3,64 persen pada perdagangan Senin (19/10/2026), tertekan sentimen lanjutan dari rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG turun 188,50 poin ke posisi 4.996,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 20,10 poin atau 3,95 persen menjadi 488,46.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, tekanan jual berlanjut selama tiga hari berturut-turut seiring investor menghindari aset berisiko.

“IHSG melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut sekaligus. Tekanan jual berlanjut seiring investor menghindari aset berisiko di tengah rencana MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia,” ujar Nico dilansir dari Antara.

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10/2026) mengumumkan penurunan batas auto rejection menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen.

Kebijakan tersebut berlaku hingga akhir tahun dan ditujukan untuk membantu investor mengambil keputusan di tengah gejolak pasar.

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), otoritas pasar modal menjatuhkan sanksi denda administratif dengan nilai total Rp2,1 triliun kepada sejumlah pihak terkait dugaan praktik perdagangan terkoordinasi dan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tiga perusahaan.

Dari pasar global, bursa saham Asia bergerak bervariasi di tengah tekanan terhadap saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran mengenai besarnya investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Nico mengatakan, investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar untuk pembangunan infrastruktur AI dapat menghasilkan imbal hasil yang sepadan.

“Investor semakin mempertanyakan apakah besarnya belanja infrastruktur AI akan menghasilkan imbal hasil yang memadai,” ujarnya.

Sentimen pasar juga dibayangi kenaikan harga minyak global yang menembus 105 dolar AS per barel. Harga energi yang tinggi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Sementara itu, sikap Kevin Warsh Ketua Federal Reserve (The Fed) yang dinilai cenderung dovish mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober 2026.

Dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok pada Jumat (16/10/2026), Warsh tidak memberikan sinyal mengenai hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan ini.

Namun, ia menyatakan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan belum mengubah penilaiannya terhadap perekonomian Amerika Serikat.

Menjelang rapat kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober, bank sentral AS memasuki periode blackout, ketika pejabatnya membatasi komunikasi publik mengenai kebijakan moneter. Pasar memperkirakan peluang sekitar 84 persen bahwa suku bunga akan dipertahankan.

Tekanan terjadi di seluruh sektor saham domestik. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor ditutup melemah. Sektor barang baku mengalami penurunan terdalam sebesar 4,57 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 4,45 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 4,09 persen.

Sejumlah saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain TMPO, PNSE, TIFA, TRUK, dan BSIM. Sebaliknya, saham BTEK, TAXI, HBAT, IDEA, dan PACK mengalami pelemahan terbesar.

Aktivitas perdagangan saham tercatat sebanyak 1,59 juta transaksi, dengan volume 32,34 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp25,17 triliun. Sebanyak 103 saham menguat, 691 saham melemah, dan 169 saham tidak berubah.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham bervariasi pada penutupan perdagangan. Indeks Nikkei Jepang melemah 0,46 persen ke posisi 65.026,00, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 0,52 persen ke level 24.168.

Indeks Shanghai naik 0,39 persen ke posisi 3.730,92 dan Kospi Korea Selatan menguat 1,76 persen ke level 5.768,01. Sementara itu, Straits Times Singapura melemah 0,07 persen ke posisi 5.412,00. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
29o
Kurs