Ketidakpastian kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi menghambat ekspansi investasi sektor manufaktur Indonesia.
Pelaku usaha disebut masih memilih menunda keputusan bisnis karena belum adanya kepastian mengenai besaran tarif final yang akan diberlakukan pemerintah AS.
Yusuf Rendy Manilet ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengatakan, persoalan utama yang dihadapi dunia usaha saat ini bukan semata besaran tarif, melainkan ketidakpastian kebijakan yang menyulitkan perusahaan menyusun strategi bisnis.
Menurut Yusuf, selama kebijakan tarif belum ditetapkan secara final, pelaku usaha akan kesulitan menghitung struktur biaya ekspor ke pasar Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengambil sikap wait and see sebelum melakukan ekspansi.
“Dampak yang lebih besar justru terjadi pada investasi. Perusahaan menahan ekspansi kapasitas, pembelian mesin, hingga perekrutan tenaga kerja karena khawatir struktur biaya berubah ketika tarif final ditetapkan,” ujar Yusuf dilansir dari Antara pada Senin (27/7/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

