Senin, 27 Juli 2026

Tarif Baru AS Dinilai Berpotensi Menahan Ekspansi Industri Manufaktur Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Donald Trump Presiden Amerika Serikat dengan Prabowo Subianto Presiden RI. Foto: Grafis Suarasurabaya.net

Ketidakpastian kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi menghambat ekspansi investasi sektor manufaktur Indonesia.

Pelaku usaha disebut masih memilih menunda keputusan bisnis karena belum adanya kepastian mengenai besaran tarif final yang akan diberlakukan pemerintah AS.

Yusuf Rendy Manilet ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengatakan, persoalan utama yang dihadapi dunia usaha saat ini bukan semata besaran tarif, melainkan ketidakpastian kebijakan yang menyulitkan perusahaan menyusun strategi bisnis.

Menurut Yusuf, selama kebijakan tarif belum ditetapkan secara final, pelaku usaha akan kesulitan menghitung struktur biaya ekspor ke pasar Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengambil sikap wait and see sebelum melakukan ekspansi.

“Dampak yang lebih besar justru terjadi pada investasi. Perusahaan menahan ekspansi kapasitas, pembelian mesin, hingga perekrutan tenaga kerja karena khawatir struktur biaya berubah ketika tarif final ditetapkan,” ujar Yusuf dilansir dari Antara pada Senin (27/7/2026).

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Senin, 27 Juli 2026
28o
Kurs