Senin, 6 April 2020

Kembangkan Radio Sekolah, Pelajar SMPN 1 Lamongan Kunjungi Suara Surabaya

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Para siswa-siswi dan guru pembimbing Radio Snesa SMPN 1 Lamongan berfoto bersama usai kunjungan ke Radio Suara Surabaya, Kamis (5/3/2020). Foto: Aji suarasurabaya.net

Puluhan siswa yang ditemani guru pembimbing Radio Snesa, radio sekolah milik SMPN 1 Lamongan, melakukan kunjungan belajar ke Radio Suara Surabaya pada Kamis (5/3/2020) siang.

Siti Aisyah Ketua Tim Radio Snesa Lamongan mengatakan, kunjungan dalam bentuk kegiatan studi banding ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagaimana dunia penyiaran dalam ruang lingkup media profesional.

“SMPN 1 Lamongan ini sering jadi tempat kunjungan dari sekolah lain dan mereka juga ke Radio Snesa untuk belajar broadcasting. Jadi untuk Radio Snesa harus menjadi lebih baik, terutama setelah kita mengadakan kunjungan kesini,” kata Siti Aisyah.

Siti Aisyah Ketua Tim Radio Snesa Lamongan saat berbincang dengan Aji Promosi Suara Surabaya saat kunjungan ke Radio Suara Surabaya. Foto: Tina suarasurabaya.net

Radio Suara Surabaya dipilih menjadi salah satu media kunjungan karena dianggap tidak hanya bermuatan hiburan, tetapi juga radio jurnalistik yang juga seiring dengan Radio Snesa yang program-programnya juga mengedepankan informasi.

“Kita juga punya jurnalistik dan majalah, arahnya kesana, dan dengan Radio Suara Surabaya ini saling berkaitan,” tambahnya.

Para pelajar ini diajak berkeliling untuk melihat ruangan On Air Suara Surabaya, seperti di ruangan siaran, ruangan gatekeeper dan ruangan newsroom.

Di ruang gatekeeper, mereka diterima oleh Bintang penyiar Radio Suara Surabaya. Bintang menjelaskan bagaimana menerima dan mengolah informasi dari pendengar, hingga nantinya disampaikan ke penyiar untuk menjadi materi siaran.

Bintang (kiri) penyiar Suara Surabaya saat berbincang dengan para pembina Radio Spena di ruang gatekeeper Radio Suara Surabaya. Foto: Tina suarasurabaya.net

Sedangkan di ruangan newsroom, para peserta kunjungan diterima Indri, yang menjelaskan proses pemilihan informasi berikut sumber yang bisa dipertanggung-jawabkan keakuratannya. Selain itu, ia juga menjelaskan bagaimana memilah berita yang layak untuk disiarkan, terutama yang bermuatan lokal seputar Kota Surabaya.

Diva, salah satu pelajar kelas 8 yang memiliki minat di jurnalistik radio mengatakan, dengan melihat langsung proses produksi di radio, ia jadi mengetahui model produksi informasi sebelum dan sesudah disiarkan.

“Ternyata lebih dari yang aku bayangin, karena disini banyak bagian-bagian penting yang disiarkan ke radio. Aku pikir cuma berita disiarkan gitu aja,” ujar Diva.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Novita. Kunjungan kali ini merupakan pengalaman baru baginya yang sangat berbeda dengan radio sekolah pada umumnya.

“Kalau misalkan di sekolah itu edukasi. Biasanya yang sering itu menyampaikan prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh siswa. Tapi yang saya lihat disini itu beritanya disaring dulu, lalu ditunjukin ke penyiarnya,” kata Novita.

Feeling-nya tuh gini, yang saya ekspektasikan itu beda dengan realitasnya. Radio sekolah kan sederhana. Kalau disini jauh, agak rumit. Jadi terinspirasi untuk meningkatkan radio di SMPN 1 Lamongan,” kata Alex, salah satu pelajar kelas 9 yang juga mengikuti acara kunjungan kali ini.(tin/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
31o
Kurs