Pemerintah optimis kebutuhan alat utama sistim persenjataan (Alutsista) milik TNI secara mandiri akan terpenuhi pada tahun 2024 mendatang.
“10 tahun mendatang, kita akan mampu bikin alutsista termasuk untuk teknologi canggih,” kata Sjafrie Sjamsoeddin, wakil Menteri Pertahanan, di sela-sela memberikan bantuan secara simbolik bagi korban Letusan Kelud di Markas Kodam V/Brawijaya, Selasa (11/3/2014).
Menurut Sjafrie, saat ini, alutsista dalam teknologi menengah sudah mampu disuplai oleh beberapa perusahaan mulai dari PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia hingga PT PAL. Sedangkan untuk teknologi canggih sebagian memang harus impor dari negara maju.
Meski begitu, beberapa rintisan proyek Alutsista dengan teknologi canggih juga mulai dikembangkan. Salah satunya yaitu mulai dicobanya membangun pesawat tempur yang kini sedang dirancang di dalam negeri.
“Tahun ini, ada belasan triliun anggaran yang kami alokasikan guna membangun industri pertahanan dalam negeri ini,” kata Sjafrie.
Sjafrie mengatakan, seluruh kebutuhan persenjataan menengah personel militer sebenarnya juga sudah dipenuhi industri dalam negeri. Bahkan beberapa kendaraan angkut semisal panser saat ini juga sudah berhasil diproduksi.
Sementara itu, beberapa persenjataan buatan dalam negeri ini, pada Rabu (12/3/2014) besok rencananya akan dipamerkan dihadapan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden.
Pameran kali ini akan fokus pada persenjataan milik TNI Angkatan Laut dan akan digelar di markas Armada TNi AL wilayah Timur (Armatim) yang ada di Dermaga Ujung, Surabaya. (fik/rst)
Teks Foto :
– Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan; menyerahkan bantuan korban kelud ke Mayjen TNI R Ediwan Prabowo, Panglima Kodam V/Brawijaya.
Foto : Taufik suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

